ATTENTION

Selamat datang Di Blog Saya,disini merupakan Blog untuk saya menulis dan mengumpulkan berita dari berbagai sumber dan saya rangkum untuk disajikan kepada anda semua.

Artikel yang saya sajikan disini ada yang dari saya sendiri maupun dari sumber lain yang saya sadur dan yang saya sebutkan sumbernya .

Gambar yang saya muat disini saya ambil dari search google yang sesuai dengan artikel yang saya tampilkan.

Jika ada Pengaduan yang mengklaim artikel ataupun gambar dalam Blog saya ini sebagai miliknya, maka kami akan mengecek kebenaranya dan jika memang benar, kami bersedia menghapusnya dari Blog saya ini.

Sekali lagi niat kami hanya menginformasikan dan menyebarluaskan pengetahuan yang kami anggap perlu untuk kami berikan kepada umum tanpa berniat mengakui atau mengklaim artikel atau file yang bukan milik kami.

Terimakasih atas segala perhatian dari para pengunjung blog ini.

20 Februari 2012

Sejarah Imlek, Sebuah Kisah Klasik Cina

 
Perayaan tahun baru Cina yang dikenal dengan sebutan Imlek, selalu identik dengan warna merah, barongsai, juga petasan. Asal mula perayaan Imlek sendiri ternyata berdasar dari kisah klasik Cina yang menjadi legenda dan dipercaya rakyat Cina.
Kisah Imlek
Alkisah, di salah satu desa di negara Cina, terdapat seekor hewan buas yang disebut Nian. Hewan tersebut berbadan besar dan buas menyerupai singa. Uniknya, tubuh Nian bersisik emas. Secara harafiah, Nian berarti tahun. Dia muncul setiap akhir tahun ke desa itu dan membuat penduduk desa gemetar ketakutan. Nian memakan apa saja yang ditemuinya. Hasil panen, binatang ternak, bahkan manusia. Oleh karena itu, pada hari kemunculan Nian di awal tahun, penduduk desa meletakkan makanan di depan pintu rumah mereka. Khusus, untuk hewan pemangsa itu.
Pada suatu hari, ada sekelompok anak kecil yang bermain-main pada hari kemunculan Nian. Mereka lupa kalau Nian akan datang di saat itu. Dengan asyiknya, mereka menyalakan petasan. Entah mengapa, Nian tidak berani mendekati salah seorang anak yang memakai baju berwarna merah. Dia hanya berani mendekati anak-anak dengan baju berwarna lain. Untunglah, pada saat Nian mendekat, petasan-petasan ramai meledak. Nian berlari lintang pukang menuju hutan dan bersembunyi selama setahun penuh.
Penduduk desa pada akhirnya tahu kelemahan hewan buas bersisik emas itu. Hewan pemangsa itu takut dengan suara petasan dan warna merah. Maka, sejak itu, penduduk desa mengatur siasat agar Nian tidak datang dan memangsa orang-orang desa. Setiap tanggal 1 dan bulan 1 kalender Cina, mereka selalu mengenakan pakaian berwarna serbamerah. Di depan rumah-rumah mereka, dipasanglah rentengan petasan, lantera, dan gulungan kerta berwarna merah menyala. Penduduk desa juga serentak bersembahyang untuk memohon perlindungan. Selain itu, mereka membagikan angpao. Maksudnya adalah untuk membuang sial, serta menarik rezeki dan keselamatan.
Adat pengusiran Nian setiap awal tahun padaakhirnya berkembang menjadi sebuah perayaan. Guo Nian, yang berarti “mengusir Nian” diinterpretasikan sebagai perayaan menyambut tahun baru. Sejak saat itu, Nian tidak berani kembali ke desa. Dia tidak diketahui keberadaannya sampai akhirnya tertangkap oleh seorang pendeta Tao bernama Hongzun Laozu. Nian kemudian menjadi kendaraan pribadi pendeta tersebut.
Demikianlah kisah klasik Cina yang mendasari perayaan Imlek. Di Indonesia sendiri, perayaan Imlek sempat dilarang pada kurun waktu 1965-1998, yakni pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Imlek kembali ramai dirayakan, bahkan dengan karnaval besar-besaran yang meriah sejak era kepemimpinan Abdurahman Wahid.Semoga menambah wawasan kita semua


Sumber : sejarah.kompasiana.com

Categories Menarik Lainya